Jumat, 21 Maret 2014

MESOPOTAMIA (LEMBAH SUNGAI TIGRIS)



BAB I
PENDAHULUAN

            1.1.  Latar Belakang
            Peradaban Lembah sungai Tigris, daerah itu sekarang terletak di daerah Irak. Mesopotania berarti daerah yang terletak diantara dua aliran sungai yaitu eufrat dan tigris. Daerah yang terletak diantara dua aliran sungai trersebut merupakan daerah yang subur. Diluar itu terbentang daerah gurun, yaitu gurun hamad dan gurun nafud. Disebelah timurnya terdapat pegunungan elbrus dan pegunungan kurdistan. Daerah disekitar mesopotamia didiami oleh bangsa – bangsa yang termasuk rumpun bangsa semit, kehidupannya bersifat roamdik. orang sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf Paku, Huruf paku itu ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang hukum dan UU yang berlaku untuk mengatur kerajaan undang – undang dan peraturan – peraturan hukum tersebut disebut hukum UU Hamurabi.Mesopotamia terdiri dari beberapa negara kota diantyaranya sungai tigris. yaitu bangsa sumeria, bangsa akkad, babylonia lama, bangsa assyira, babylonia baru, dan yang terakhir bangsa persia. Dimana dalam setiap pergantian bangsa bangsa di Mesopotamia di lalui dengan kekalah perang terlebih dahulu, seperti halnya di saat kerajaan babilonia lama berjaya bangsa assyra menyerang kerajaan babilonia hingga terjadinya perang dan babilonia pun berhasil di kalahkan oleh bangsa assyira, hingga akhirnya mesopotamia di diami oleh bangsa assyra dan semuanya juga.

1.2. Rumusan Masalah
1. Peradaban Lembah Sungai Tigris
2. letak Geografis dan Sejarah awal Mesopotamia
3. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Ekonomi
4. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial dan Hukum
5. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Bahasa dan Tulisan
6. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang IPTEK
7. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaya
1.3. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk Memenuhi  Salah satu tugas Mata pelajaran SEJARAH dan untuk  menambah pengetahuan khususnya tentang sejarah peradaban budaya di lembah sungai tigris dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.

1.4. Sistematika Penulisan
            Dalam sistematika penulisan makalah ini, pada :
            BAB I berisi tentang pendahuluan yang terdiri dari Latar belakang , tujuan penyusunan makalah ini, dan Sistematika penulisan.
            Dalam BAB II Menjelaskan tentang pembahasan materi Lembah sungai kuning yang terdiri dari Peradaban Lembah Sungai Tigris, Letak Geografis Mesopotamia, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Ekonomi, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Hukum, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Bahasa,  Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang IPTEK, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaaya
            Dalam BAB III Menjelaskan tentang Penutup yang terdiri dari Kesimpulan, Saran, Dan Manfaat dari penyusunan makalah ini.

BAB II
PEMABAHASAN

2.1. Peradaban Lembah Sungai Tigris
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternyata melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di “tanah antara dua sungai” itu.

2.2. letak Geografis Mesopotamia
Mesopotamia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Letak Mesopotamia berada di wilayah perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan Eufrat. Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia Kecil / Turki Timur yang mengalir ke arah tenggara secara pararel menyisir hamparan terbuka. Hanya kurang dari dua ratus mil, kedua sungai itu saling mendekat dan menuju Teluk Persia. Bila daerah Mesopotamia dihubungkan dengan daerah lembah sungai Jordan maka terbentuklah suatu Tanah Bulan Sabit yang Subur (The Fertile Crescent Moon). Sebutan ini diberikan oleh sejarahwan Amerika, Breasted. Daerah yang dilalui kedua sungai itu pada umumnya subur. Sebab daerah itu merupakan daerah yang berupa tanah hasil endapan air yang dihasilkan dari sungai Tigris dan Eufrat. Hal ini menyebabkan rakyat disekitar sungai Tigris dan Eufrat hidup makmur dan sejahtera. Kesuburan dan kemakmuran itu membuat iri hati pada bangsa-bangsa lain yang tinggal di tepi-tepi lembah sungai. Timbullah serbuan-serbuan dari luar yang ingin memperebutkan air irigasi dan tanah yang baik. Bangsa yang mencapai peradaban yang layak pertama kali itu di lembah sungai Efrat dan Tigris menamai dirinya bangsa Sumeria. Adapun penduduk asli di situ ditakhlukkan menjadi budak yang kemudian dikawini pula. Bangsa Sumeria dating dari gurun dan pegunungan di luar Mesopotamia.
Mereka tentunya mula-mula adalah para peternak yang hidup sebagai nomad. Datang pula kesitu bangsa Semit untuk kemudian bercampur dengan bangsa Sumeria. Sebelum sampai ke lembah Eufrat dan Tigris bangsa Semit sudah mengenal dasar-dasar kehidupan politik dan ekonomi pertanian.

2.3. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Ekonomi
Pada dasarnya yang disebut dengan peradaban Mesopotamia adalah peradaban Sumeria itu sendiri. Dikatakan demikian sebab secara umum, sebagaian besar peradaban Mesopotamia dibentuk oleh bangsa Sumeria. Bangsa-bangsa yang lain yang datang sesudahnya hanyalah meneruskan dan mengembangkan peradaban yang dicapai oleh bangsa Sumeria. Pola ekonomi bangsa Sumeria lebih sederhana. Negara memberikan kesempatan yang lebih luas kepada usaha yang bersifat individual. Kekayaan tidak secara eksklusif menjadi milik penguasa baik dalam praktek maupun teori.
Demikian juga dalam bidang perdagangan maupun industri tidak di monopoli pemerintah. Hanya saja karena sebagian besar rakyat berstatus sebagai budak mereka tidak memiliki kesempatan mengembangkan ekonomi secara bebas. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki dan mengembangkan ekonomi atas nama mereka sendiri. Aktifitas ekonomi sebagaian besar bertumpu pada produksi pertanian. Karena kondisi tanah yang subur dan pengairan yang sangat baik sekali, serta tersedianya tenaga-tenaga yang terampil dan ahli menjadikan pertanian menjadi sektor utama devisa negara.
Hasil pertanian diangkut dengan kendaraan beroda sehingga memungkinkan mobilisasi yang cepat terhadap hasil pertanian. Meskipun industri bukan tumpuan utama, perekonomian bangsa sumeria bukan berarti tidak berkembang dengan baik. Dengan kendaraan beroda yang berhasil diciptakan. Mereka dengan mudah mengimpor bahan-bahan mentah yang didatangkan dari negara tetangga sebelah Utara, terutama bahan manufaktur, untuk diubah menjadi produk siap pakai dan lalu mengekspor ke daerah-daerah lain yang luas. Barang–barang kerajinan yang terbuat dari logam mulia.diciptakan oleh tenaga-tenaga yang terampil dan ahli. Para saudagar dan pelancong yang datang dari arah utara dan barat melalui daerah “bualan sabit subur” menuju ke Timur Mediterrania dan Mesir, singgah di Mesopotamia untuk membawa produk-produk industry maupun pertanian bangsa Sumeria.
Bukti telah ada hubungan antara Mesir dan Mesopotamia dapat dijelaskan dengan adanya keasamaan pada budaya tertentu antara keduanya. Yakni menggunakan sejenis senjata perang yang berbentuk bnuga yang ditemukan dalam seni dekorasi. Bahkan penemuan terakhir menujukan bahwa Mesopotamia telah mengadakan kontak dagang dengan india. Di atas itu semua, bangsa Sumeria adalah masyarakat bisnis yang pragmatis. Kredit dan pinjaman diatur secara hati-hati. Segala perjanjian ditulis dan ditandatangani oleh saksi. Alat tukar perdagangan yang sudah digunakan ialah logam mulia seperti emas dan perak.

2.4. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial dan Hukum
2.4.1. Organisasi sosial masyarakat Mesopotamia terbahagi dua golongan yaitu :
·         Golongan Pemerintah, terdiri daripada Raja, Ketua pendeta, ketua Tentera dan orang bangsawan.
·         Rakyat, terdiri daripada rakyat bebas, petani, artisan, dan pedagang dan hamba daripada tawanan perang.
2.4.2. Raja dalam sistem pemerintahan Mesopotamia berperanan sebagai:
·           Ketua kerajaan/pemerintah dan dianggap sebagai tuhan atau wakil tuhan dan pemilik negara kota, dikenali teokrasi.
·           Ketua Tentara
·           Ketua pendeta/agama
·           Berkuasa melantik pembesar terutama ahli keluarga dalam memegang jawatan di Zigurat.
·           Berkuasa dalam bidang ekonomi, pengutipan cukai tanah, hasil pertanian dan perniagaan.
·           Ketua pemerintahan dan dibantu golongan bangsawan yang ada ikatan kekeluargaan.Masyarakatnya tidak menyembah raja saebagai Tuhan kecuali dalam zaman Raja Naramsin di Akkad – gelar diri Raja Empat Penjuru Alam.
Sejak awal pemerintahannya, Raja Hammurabi telah memperkenalkan sistem hukuman dalam kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan atas nilai-nilai tradisional. Dengan peraturan hukum seperti itu, masyarakat akan dapat hidup dengan hidup yang tertib dan menjadikan Raja Hammurabi sebagai raja yang besar, bijaksana, dan termasyhur namanya.
Hukum tersebut berupa prasasti batu yang tingginya delapan kaki atau sekitar 2,5 meter dan ditempatkan di tengah-tengah ibu kota Kerajaan Babylonia. Prasasti itu ditemukan kembali oleh pada ahli Prancis di Kota Susa (Persia) pada abad ke-20. Hukum itu dikenal dengan Hukum atau Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi) dan merupakan hukum atau undang-undang tertulis pertama di dunia. Dalam kitab hukum atau undang-undang itu ditulis tentang peraturanperaturan yang menyangkut bidang pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum itu terdiri dari 300 pokok undang-undang. Pada setiap bagian dengan jelas tercantum jenisjenis pelanggaran dan hukumannya. Dalam menjalankan undang-undang itu, Raja Hammurabi bertindak dengan keras dan tegas, sehingga terwujud ketertiban dan keamanan.
Aspek undang-undang ini dapat dicirikan dengan:
·      Mengenalkan Kod Undang-Undang Hammurabi
·      Berteraskan hak rakyat terhadap keadilan.
·      Hukuman adalah setimpal dengan kesalahan, hukuman juga berbeda mengikuti susunan lapisan masyarakat.
Contoh:
1.    Jika rakyat patah tulang bangsawan juga tulangnya akan dipatahkan.
2.    Jika bangsawan cedera atau patahkan tulang rakyat, hukumannya denda satu uang perak.
3.    Kod ini mengandungi 282 undang-undang yang dipahat pada tembok.
4.    Dasar perundangan tamadun Mesopotamia.
5.    Berjaya mengelakkan wujudnya permasalahan di kalangan masyarakat pelbagai kaum dan susun lapis masyarakat.
6.    Wujudkan perpaduan dan mengukuhkan organisasi.

2.5. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Bahasa dan Tulisan
Bahasa Aramaik merupakan bahasa yang digunakan masyarakat Assyria, Kaldynia, Yahudi, dan Syria sejak 900 tahun sebelum Masehi. Istilah Aramaik diambil dari kata Aram, cucu Nabi Nuh dari anak kelimanya, Sam. “Makanya, ada yang menyebut bahasa Aram. Bahasa ini pertama kali berkembang di Padan Aram, lembah di barat daya Mesopotamia, yang dihuni anak-cucu Aram. Dari lembah inilah bahasa Aramaik berkembang menjadi bahasa utama masyarakat Mesopotamia dan menembus Imperium Assyria dan Babylonia. Sebagai bahasa yang terus berkembang, Aramaik mengalami penyesuaian dengan tradisi lokal. Idiom yang digunakan bercampur dengan budaya setempat. Begitu pula dialek, pengucapan, dan penulisannya yang tak berhenti pada satu pakem. Selama 15 abad perjalanannya, bahasa Aramaik terbelah dalam dua aliran besar, Aramaik Barat dan Aramaik Timur. Aliran ini muncul berdasarkan dialek utama masyarakat yang menggunakannya.
Aramaik Barat bersandar pada dialek Yahudi yang berkembang di Yerusalem, Talmud, dan Talgum. Sedangkan Aramaik Timur muncul berdasarkan dialek Syriak di wilayah Assyria, Kaldynia, Babylonia, dan Mundai. Ada beberapa fase perkembangan bahasa Aramaik. Fase keempat, antara abad ke-2 sampai ke-7, yang disebut Aramaik Mutakhir. Fase terakhir inilah yang diyakini sebagai bahasa sehari-hari Yesus selama hidupnya. Fase ini diyakini pula sebagai fase puncak perkembangan. Bahasa Aramaik menjadi bahasa utama spiritual dan intelektual penganut agama samawi alias kaum Semit masa itu. Sebagaimana bahasa Ibrani bagi Yahudi dan bahasa Arab bagi penganut Islam. “Tiga bahasa itu menjadi bahasa spiritual tiga agama Semit karena berasal dari rumpun yang sama,” kata Franz Rosenthal, profesor studi bahasa kuno dalam Journal Near Eastern. Jangan heran jika tiga bahasa tersebut punya kemiripan dari berbagai sisi. Huruf dalam bahasa Aramaik dan Ibrani punya beberapa kemiripan bentuk. Beberapa huruf bisa disambung dengan huruf lain untuk membentuk kata. Hal serupa juga bisa ditemukan dalam bahasa Arab. Kosakata yang dimiliki tiga bahasa ini juga berdekatan. Kata “tidak” dalam bahasa Aramaik disebut “la”. Sama persis dengan kosakata Arab. Beberapa kosakata Arab dan Ibrani juga punya kemiripan. Bangsa Israel dalam bahasa Arab disebut “bany Israil”. Sedangkan Ibrani menyebutnya “benei Yisra’il.” Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Aramaik lambat-laun berkurang. Skala penggunaannya juga menyempit pada ritual peribadatan yang bersumber dari Kitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Aramaik. Kini bahasa Aramaik “cuma” menjadi wilayah kajian tentang peradaban Mediterania. Namun, bukan berarti ia punah sama sekali. Harian The Christian Science Monitor, 29 Januari 2004, menemukan fakta menarik. Bahasa Aramaik ternyata masih digunakan dalam ritual peribadatan 130 tokoh Katolik Maronit di Kormakiti, Siprus. Mereka tetap mendaras doa sebagaimana bahasa yang digunakan Yesus semasa hidup. Dialek mereka terpengaruh dialek Arab sehingga bahasa Aramaik dari Kormakiti ini disebut gaya Arab Maronit Siprus.
Orang-orang Sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku yang dilukiskan pada tanah liat yang dikeringkan dan dibakar. Isi tulisan bermacam-macam antara lain tentang kehidupan sehari-hari, adat istiadat, perjanjian perdagangan serta pesanan barang-barang. Huruf-huruf paku juga ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang hukum dan undang-undang yang berlaku untuk mengatur kerajaan. Undang-undang dan peraturan-peraturan hukum itu disebut dengan Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi).

2.6. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang IPTEK
Peradaban Mesopotamia telah memperlihatkan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sejak didiami oleh bangsa Sumeria (tahun 3000 SM). Keunggulan-keunggulan tersebut tampak dalam bidang-bidang berikut :
·         Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari batu bata dan tanah liat karena sulitnya bahan batu didapat. tinggi bangunan menara kuil (ziggurat) sampai enam tingkat.
·         Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya. Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga, serta perhiasan dari emas.
·         Mereka juga menemukan pembuatan roda untuk kereta dan pedati sebagai alat pengangkut.
·         Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal, pemimpin Assyria, membangun perpustakaan di Niniwe yang merupakan tertua di dunia. perpustakaan tersebut menyimpan lebih kurang 22000 lempeng tulisan paku.
·          Bidang matematika, mereka mengenal sistem satuan hitungan 60. matematika digunakan untuk mengukur tanah untuk membangun kuil-kuil.
·         Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal dengan “taman gantung” yang dibangun oleh raja Khaldea, Nebukadnezar, yang kemudian menjadi salah satu keajaiban dunia
·         Kewujudan Sistem Tulisan Sistem pendidikan telah melahirkan juru tulis, Epik Gilgamesh merupakan hasil kesusasteraan yang tertua di dunia serta mengandungi falsafah dan cara hidup orang Mesopotamia.
·         Perkembangan ilmu astronomi, Perkembangan ilmu matematik dan geometri, Menggunakan jalan laut.
·         Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggaian atau sistem kalender berdasarkan sistem solar, yang dimaksudkan untuk mengenal perputaran waktu dan musim. Pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim berguna untuk menentukan saat yang tepat dalam melaksanakan aktivitas kehidupannya, baik untuk bercocok tanam, perdagangan, dan sebagainya. Untuk mempermudah memahami pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim,, mereka membagi dan mempersingkat waktu ke dalam jam, menit, dan detik. ~embagian waktu terus dikembangkan ke dalam bentuk yang lebih khusus melalui sistem penanggalan atau sistem kalender, yaitu 24 jam menjadi 1 hari, 30 hari menjadi 1 bulan, dan 12 bulan menjadi 1 tahun.
·         Perkembangan ilmu perobatan, Kerajaan Assyria mementingkan kesihatan anggota tenteranya 500 jenis 0bat-0batan termasuk herbal dan ramuan perobatan, serta cara mengobati.
2.7. Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaya
Orang-orang Sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku. Huruf-huruf paku itu antara lain ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang hukum dan undang-undang yang berlaku untuk mengatur kerajaan. Undang-undang dan peraturan-peraturan hukum itu disebut dengan Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi).
Tradisi kesusasteraan Epik Gilgamesh, kisah Falsafah dan cara hidup masyarakat Mesopotamia. Tentang kepahlawanan Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga manusia. Wajah tampan, ada kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan memberikan perlindungan kepada Kota Uruk. Menceritakan juga kehidupan yang kekal dan kesaktian.
Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggaian atau sistem kalender, yang dimaksudkan untuk mengenal perputaran waktu dan musim. Pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim berguna untuk menentukan saat yang tepat dalam melaksanakan aktivitas kehidupannya, baik untuk bercocok tanam, perdagangan, dan sebagainya. Untuk mempermudah memahami pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim,, mereka membagi dan mempersingkat waktu ke dalam jam, menit, dan detik. ~embagian waktu terus dikembangkan ke dalam bentuk yang lebih khusus melalui sistem penanggalan atau sistem kalender, yaitu 24 jam menjadi 1 hari, 30 hari menjadi 1 bulan, dan 12 bulan menjadi 1 tahun. 

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada Bab II dapat disimpulkan hal-hal berikut :
3.1.1. Lembah sungai tigris ialah sungai yang mengapit suatu tempat yang bernama Mesopotamia atau Tanah yang subur. Mesopotamia dikatakan subur karena memiliki aliran air yang baik, karena dua lembah sungai tadi, yaitu tigris dan eufrat. Perkembangan teknologi pada peradaban ini berkembangdengan baik terutama dalam bidang arsitektur dan ekonomi.
3.1.2.   Peradaban di Lembah Sungai Tigris banyak mempengaruhi berbagai aspek kehidupan di Irak, diantaranya kebudayaan dan tradisi, kepercayaan, bahasa, arsitektur,ekonomi, teknologi dan lain halnya.

3.2. Saran
Agar sejarah peradaban di Dunia tetap lestari atau terjaga, kita harus terus menjaga agar sejarah ini tetap dipelajari, diketahui, serta diingat oleh seluruh bangsa di dunia, bahwa peradaban Mesopotamia benar adanya dan pernah terjadi dalam peradaban kehidupan manusia.

3.3. Manfaat
Setelah membaca makalah ini di harapkan kita mampu menelaah juga memahami sejarah yang ada di lembah sungai tigris juga dapat mengambil sisi positifnya dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Lampiran – Lampiran