BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Peradaban Lembah sungai Tigris, daerah itu sekarang
terletak di daerah Irak. Mesopotania berarti daerah yang terletak diantara dua
aliran sungai yaitu eufrat dan tigris. Daerah yang terletak diantara dua aliran
sungai trersebut merupakan daerah yang subur. Diluar itu terbentang daerah
gurun, yaitu gurun hamad dan gurun nafud. Disebelah timurnya terdapat
pegunungan elbrus dan pegunungan kurdistan. Daerah disekitar mesopotamia
didiami oleh bangsa – bangsa yang termasuk rumpun bangsa semit, kehidupannya
bersifat roamdik. orang sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf Paku,
Huruf paku itu ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang hukum dan UU
yang berlaku untuk mengatur kerajaan undang – undang dan peraturan – peraturan
hukum tersebut disebut hukum UU Hamurabi.Mesopotamia terdiri dari beberapa
negara kota diantyaranya sungai tigris. yaitu bangsa sumeria, bangsa akkad,
babylonia lama, bangsa assyira, babylonia baru, dan yang terakhir bangsa
persia. Dimana dalam setiap pergantian bangsa bangsa di Mesopotamia di lalui
dengan kekalah perang terlebih dahulu, seperti halnya di saat kerajaan
babilonia lama berjaya bangsa assyra menyerang kerajaan babilonia hingga
terjadinya perang dan babilonia pun berhasil di kalahkan oleh bangsa assyira,
hingga akhirnya mesopotamia di diami oleh bangsa assyra dan semuanya juga.
1.2. Rumusan Masalah
1. Peradaban Lembah
Sungai Tigris
2. letak Geografis dan Sejarah awal Mesopotamia
3. Perkembangan
Peradaban Mesopotamia di Bidang Ekonomi
4. Perkembangan
Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial dan Hukum
5. Perkembangan
Peradaban Mesopotamia di Bidang Bahasa dan Tulisan
6. Perkembangan
Peradaban Mesopotamia di Bidang IPTEK
7. Perkembangan
Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaya
1.3. Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah
untuk Memenuhi Salah satu tugas Mata
pelajaran SEJARAH dan untuk menambah
pengetahuan khususnya tentang sejarah peradaban budaya di lembah sungai tigris
dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua.
1.4.
Sistematika Penulisan
Dalam
sistematika penulisan makalah ini, pada :
BAB I berisi
tentang pendahuluan yang terdiri dari Latar belakang , tujuan penyusunan
makalah ini, dan Sistematika penulisan.
Dalam BAB II Menjelaskan
tentang pembahasan materi Lembah sungai kuning yang terdiri dari Peradaban Lembah Sungai Tigris, Letak Geografis Mesopotamia, Perkembangan Peradaban
Mesopotamia di Bidang Ekonomi, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Hukum,
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Bahasa, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang
IPTEK, Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaaya
Dalam BAB III Menjelaskan tentang Penutup yang terdiri
dari Kesimpulan, Saran, Dan Manfaat dari penyusunan makalah ini.
BAB
II
PEMABAHASAN
2.1. Peradaban Lembah Sungai Tigris
Sejarah Mesopotamia
diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat
peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun
beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang
tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia,
bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternyata melakukan sebuah penaklukan
politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer
dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid
Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat
Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga
mereka masih dapat berkuasa di “tanah antara dua sungai” itu.
2.2. letak Geografis
Mesopotamia
Mesopotamia merupakan
salah satu peradaban tertua di dunia. Letak Mesopotamia berada di wilayah
perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan Eufrat. Hulu kedua
sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia Kecil
/ Turki Timur yang mengalir ke arah tenggara secara pararel menyisir hamparan
terbuka. Hanya kurang dari dua ratus mil, kedua sungai itu saling mendekat dan
menuju Teluk Persia. Bila daerah Mesopotamia dihubungkan dengan daerah lembah
sungai Jordan maka terbentuklah suatu Tanah Bulan Sabit yang Subur (The Fertile
Crescent Moon). Sebutan ini diberikan oleh sejarahwan Amerika, Breasted. Daerah
yang dilalui kedua sungai itu pada umumnya subur. Sebab daerah itu merupakan
daerah yang berupa tanah hasil endapan air yang dihasilkan dari sungai Tigris
dan Eufrat. Hal ini menyebabkan rakyat disekitar sungai Tigris dan Eufrat hidup
makmur dan sejahtera. Kesuburan dan kemakmuran itu membuat iri hati pada
bangsa-bangsa lain yang tinggal di tepi-tepi lembah sungai. Timbullah
serbuan-serbuan dari luar yang ingin memperebutkan air irigasi dan tanah yang
baik. Bangsa yang mencapai peradaban yang layak pertama kali itu di lembah
sungai Efrat dan Tigris menamai dirinya bangsa Sumeria. Adapun penduduk asli di
situ ditakhlukkan menjadi budak yang kemudian dikawini pula. Bangsa Sumeria
dating dari gurun dan pegunungan di luar Mesopotamia.
Mereka tentunya
mula-mula adalah para peternak yang hidup sebagai nomad. Datang pula kesitu
bangsa Semit untuk kemudian bercampur dengan bangsa Sumeria. Sebelum sampai ke
lembah Eufrat dan Tigris bangsa Semit sudah mengenal dasar-dasar kehidupan
politik dan ekonomi pertanian.
2.3.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di
Bidang Ekonomi
Pada dasarnya yang
disebut dengan peradaban Mesopotamia adalah peradaban Sumeria itu sendiri.
Dikatakan demikian sebab secara umum, sebagaian besar peradaban Mesopotamia
dibentuk oleh bangsa Sumeria. Bangsa-bangsa yang lain yang datang sesudahnya
hanyalah meneruskan dan mengembangkan peradaban yang dicapai oleh bangsa
Sumeria. Pola ekonomi bangsa Sumeria lebih sederhana. Negara memberikan
kesempatan yang lebih luas kepada usaha yang bersifat individual. Kekayaan
tidak secara eksklusif menjadi milik penguasa baik dalam praktek maupun teori.
Demikian juga dalam
bidang perdagangan maupun industri tidak di monopoli pemerintah. Hanya saja
karena sebagian besar rakyat berstatus sebagai budak mereka tidak memiliki
kesempatan mengembangkan ekonomi secara bebas. Hanya sedikit dari mereka yang
memiliki dan mengembangkan ekonomi atas nama mereka sendiri. Aktifitas ekonomi
sebagaian besar bertumpu pada produksi pertanian. Karena kondisi tanah yang
subur dan pengairan yang sangat baik sekali, serta tersedianya tenaga-tenaga
yang terampil dan ahli menjadikan pertanian menjadi sektor utama devisa negara.
Hasil pertanian
diangkut dengan kendaraan beroda sehingga memungkinkan mobilisasi yang cepat
terhadap hasil pertanian. Meskipun industri bukan tumpuan utama, perekonomian
bangsa sumeria bukan berarti tidak berkembang dengan baik. Dengan kendaraan
beroda yang berhasil diciptakan. Mereka dengan mudah mengimpor bahan-bahan
mentah yang didatangkan dari negara tetangga sebelah Utara, terutama bahan
manufaktur, untuk diubah menjadi produk siap pakai dan lalu mengekspor ke
daerah-daerah lain yang luas. Barang–barang kerajinan yang terbuat dari logam
mulia.diciptakan oleh tenaga-tenaga yang terampil dan ahli. Para saudagar dan
pelancong yang datang dari arah utara dan barat melalui daerah “bualan sabit
subur” menuju ke Timur Mediterrania dan Mesir, singgah di Mesopotamia untuk
membawa produk-produk industry maupun pertanian bangsa Sumeria.
Bukti telah ada hubungan antara Mesir dan Mesopotamia
dapat dijelaskan dengan adanya keasamaan pada budaya tertentu antara keduanya.
Yakni menggunakan sejenis senjata perang yang berbentuk bnuga yang ditemukan
dalam seni dekorasi. Bahkan penemuan terakhir menujukan bahwa Mesopotamia telah
mengadakan kontak dagang dengan india. Di atas itu semua, bangsa Sumeria adalah
masyarakat bisnis yang pragmatis. Kredit dan pinjaman diatur secara hati-hati.
Segala perjanjian ditulis dan ditandatangani oleh saksi. Alat tukar perdagangan
yang sudah digunakan ialah logam mulia seperti emas dan perak.
2.4.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang
Sosial dan Hukum
2.4.1. Organisasi sosial masyarakat Mesopotamia
terbahagi dua golongan yaitu :
·
Golongan Pemerintah, terdiri daripada Raja, Ketua
pendeta, ketua Tentera dan orang bangsawan.
·
Rakyat, terdiri daripada rakyat bebas, petani,
artisan, dan pedagang dan hamba daripada tawanan perang.
2.4.2.
Raja dalam sistem pemerintahan Mesopotamia berperanan sebagai:
·
Ketua kerajaan/pemerintah dan dianggap sebagai tuhan
atau wakil tuhan dan pemilik negara kota, dikenali teokrasi.
·
Ketua Tentara
·
Ketua pendeta/agama
·
Berkuasa melantik pembesar terutama ahli keluarga
dalam memegang jawatan di Zigurat.
·
Berkuasa dalam bidang ekonomi, pengutipan cukai tanah,
hasil pertanian dan perniagaan.
·
Ketua pemerintahan dan dibantu golongan bangsawan yang
ada ikatan kekeluargaan.Masyarakatnya tidak menyembah raja saebagai Tuhan
kecuali dalam zaman Raja Naramsin di Akkad – gelar diri Raja Empat Penjuru
Alam.
Sejak
awal pemerintahannya, Raja Hammurabi telah memperkenalkan sistem hukuman dalam
kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan atas nilai-nilai tradisional.
Dengan peraturan hukum seperti itu, masyarakat akan dapat hidup dengan hidup
yang tertib dan menjadikan Raja Hammurabi sebagai raja yang besar, bijaksana,
dan termasyhur namanya.
Hukum tersebut berupa
prasasti batu yang tingginya delapan kaki atau sekitar 2,5 meter dan
ditempatkan di tengah-tengah ibu kota Kerajaan Babylonia. Prasasti itu
ditemukan kembali oleh pada ahli Prancis di Kota Susa (Persia) pada abad ke-20.
Hukum itu dikenal dengan Hukum atau Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi) dan
merupakan hukum atau undang-undang tertulis pertama di dunia. Dalam kitab hukum
atau undang-undang itu ditulis tentang peraturanperaturan yang menyangkut
bidang pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum
itu terdiri dari 300 pokok undang-undang. Pada setiap bagian dengan jelas
tercantum jenisjenis pelanggaran dan hukumannya. Dalam menjalankan
undang-undang itu, Raja Hammurabi bertindak dengan keras dan tegas, sehingga
terwujud ketertiban dan keamanan.
Aspek undang-undang
ini dapat dicirikan dengan:
·
Mengenalkan Kod Undang-Undang Hammurabi
·
Berteraskan hak rakyat terhadap keadilan.
·
Hukuman adalah setimpal dengan kesalahan, hukuman juga
berbeda mengikuti susunan lapisan masyarakat.
Contoh:
1. Jika rakyat patah
tulang bangsawan juga tulangnya akan dipatahkan.
2. Jika bangsawan cedera
atau patahkan tulang rakyat, hukumannya denda satu uang perak.
3. Kod ini mengandungi
282 undang-undang yang dipahat pada tembok.
4. Dasar perundangan
tamadun Mesopotamia.
5. Berjaya mengelakkan
wujudnya permasalahan di kalangan masyarakat pelbagai kaum dan susun lapis
masyarakat.
6. Wujudkan perpaduan
dan mengukuhkan organisasi.
2.5.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di
Bidang Bahasa dan Tulisan
Bahasa Aramaik
merupakan bahasa yang digunakan masyarakat Assyria, Kaldynia, Yahudi, dan Syria
sejak 900 tahun sebelum Masehi. Istilah Aramaik diambil dari kata Aram, cucu
Nabi Nuh dari anak kelimanya, Sam. “Makanya, ada yang menyebut bahasa Aram.
Bahasa ini pertama kali berkembang di Padan Aram, lembah di barat daya Mesopotamia,
yang dihuni anak-cucu Aram. Dari lembah inilah bahasa Aramaik berkembang
menjadi bahasa utama masyarakat Mesopotamia dan menembus Imperium Assyria dan
Babylonia. Sebagai bahasa yang terus berkembang, Aramaik mengalami penyesuaian
dengan tradisi lokal. Idiom yang digunakan bercampur dengan budaya setempat.
Begitu pula dialek, pengucapan, dan penulisannya yang tak berhenti pada satu
pakem. Selama 15 abad perjalanannya, bahasa Aramaik terbelah dalam dua aliran
besar, Aramaik Barat dan Aramaik Timur. Aliran ini muncul berdasarkan dialek
utama masyarakat yang menggunakannya.
Aramaik Barat
bersandar pada dialek Yahudi yang berkembang di Yerusalem, Talmud, dan Talgum.
Sedangkan Aramaik Timur muncul berdasarkan dialek Syriak di wilayah Assyria,
Kaldynia, Babylonia, dan Mundai. Ada beberapa fase perkembangan bahasa Aramaik.
Fase keempat, antara abad ke-2 sampai ke-7, yang disebut Aramaik Mutakhir. Fase
terakhir inilah yang diyakini sebagai bahasa sehari-hari Yesus selama hidupnya.
Fase ini diyakini pula sebagai fase puncak perkembangan. Bahasa Aramaik menjadi
bahasa utama spiritual dan intelektual penganut agama samawi alias kaum Semit
masa itu. Sebagaimana bahasa Ibrani bagi Yahudi dan bahasa Arab bagi penganut
Islam. “Tiga bahasa itu menjadi bahasa spiritual tiga agama Semit karena
berasal dari rumpun yang sama,” kata Franz Rosenthal, profesor studi bahasa
kuno dalam Journal Near Eastern. Jangan heran jika tiga bahasa tersebut punya
kemiripan dari berbagai sisi. Huruf dalam bahasa Aramaik dan Ibrani punya beberapa
kemiripan bentuk. Beberapa huruf bisa disambung dengan huruf lain untuk
membentuk kata. Hal serupa juga bisa ditemukan dalam bahasa Arab. Kosakata yang
dimiliki tiga bahasa ini juga berdekatan. Kata “tidak” dalam bahasa Aramaik
disebut “la”. Sama persis dengan kosakata Arab. Beberapa kosakata Arab dan
Ibrani juga punya kemiripan. Bangsa Israel dalam bahasa Arab disebut “bany
Israil”. Sedangkan Ibrani menyebutnya “benei Yisra’il.” Dalam perkembangan
selanjutnya, bahasa Aramaik lambat-laun berkurang. Skala penggunaannya juga
menyempit pada ritual peribadatan yang bersumber dari Kitab Perjanjian Baru
yang ditulis dalam bahasa Aramaik. Kini bahasa Aramaik “cuma” menjadi wilayah
kajian tentang peradaban Mediterania. Namun, bukan berarti ia punah sama sekali.
Harian The Christian Science Monitor, 29 Januari 2004, menemukan fakta menarik.
Bahasa Aramaik ternyata masih digunakan dalam ritual peribadatan 130 tokoh
Katolik Maronit di Kormakiti, Siprus. Mereka tetap mendaras doa sebagaimana
bahasa yang digunakan Yesus semasa hidup. Dialek mereka terpengaruh dialek Arab
sehingga bahasa Aramaik dari Kormakiti ini disebut gaya Arab Maronit Siprus.
Orang-orang Sumeria
sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku yang dilukiskan pada tanah liat
yang dikeringkan dan dibakar. Isi tulisan bermacam-macam antara lain tentang
kehidupan sehari-hari, adat istiadat, perjanjian perdagangan serta pesanan
barang-barang. Huruf-huruf paku juga ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi
tentang hukum dan undang-undang yang berlaku untuk mengatur kerajaan.
Undang-undang dan peraturan-peraturan hukum itu disebut dengan Undang-Undang
Hammurabi (Codex Hammurabi).
2.6.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di
Bidang IPTEK
Peradaban Mesopotamia
telah memperlihatkan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sejak
didiami oleh bangsa Sumeria (tahun 3000 SM). Keunggulan-keunggulan tersebut
tampak dalam bidang-bidang berikut :
·
Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya
menurut tata aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari batu
bata dan tanah liat karena sulitnya bahan batu didapat. tinggi bangunan menara
kuil (ziggurat) sampai enam tingkat.
·
Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam
dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya.
Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga,
serta perhiasan dari emas.
·
Mereka juga menemukan pembuatan roda untuk kereta dan
pedati sebagai alat pengangkut.
·
Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal, pemimpin
Assyria, membangun perpustakaan di Niniwe yang merupakan tertua di dunia.
perpustakaan tersebut menyimpan lebih kurang 22000 lempeng tulisan paku.
·
Bidang
matematika, mereka mengenal sistem satuan hitungan 60. matematika digunakan
untuk mengukur tanah untuk membangun kuil-kuil.
·
Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal
dengan “taman gantung” yang dibangun oleh raja Khaldea, Nebukadnezar, yang
kemudian menjadi salah satu keajaiban dunia
·
Kewujudan Sistem Tulisan Sistem pendidikan telah
melahirkan juru tulis, Epik Gilgamesh merupakan hasil kesusasteraan yang tertua
di dunia serta mengandungi falsafah dan cara hidup orang Mesopotamia.
·
Perkembangan ilmu astronomi, Perkembangan ilmu
matematik dan geometri, Menggunakan jalan laut.
·
Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggaian
atau sistem kalender berdasarkan sistem solar, yang dimaksudkan untuk mengenal
perputaran waktu dan musim. Pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim
berguna untuk menentukan saat yang tepat dalam melaksanakan aktivitas
kehidupannya, baik untuk bercocok tanam, perdagangan, dan sebagainya. Untuk
mempermudah memahami pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim,, mereka
membagi dan mempersingkat waktu ke dalam jam, menit, dan detik. ~embagian waktu
terus dikembangkan ke dalam bentuk yang lebih khusus melalui sistem penanggalan
atau sistem kalender, yaitu 24 jam menjadi 1 hari, 30 hari menjadi 1 bulan, dan
12 bulan menjadi 1 tahun.
·
Perkembangan ilmu perobatan, Kerajaan Assyria
mementingkan kesihatan anggota tenteranya 500 jenis 0bat-0batan termasuk herbal
dan ramuan perobatan, serta cara mengobati.
2.7. Perkembangan
Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaya
Orang-orang Sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku.
Huruf-huruf paku itu antara lain ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang
hukum dan undang-undang yang berlaku untuk mengatur kerajaan. Undang-undang dan
peraturan-peraturan hukum itu disebut dengan Undang-Undang Hammurabi (Codex
Hammurabi).
Tradisi
kesusasteraan Epik Gilgamesh, kisah Falsafah dan cara hidup masyarakat Mesopotamia.
Tentang kepahlawanan Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga
manusia. Wajah tampan, ada kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan
memberikan perlindungan kepada Kota Uruk. Menceritakan juga kehidupan yang
kekal dan kesaktian.
Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggaian atau sistem kalender,
yang dimaksudkan untuk mengenal perputaran waktu dan musim. Pengetahuan tentang
perputaran waktu dan musim berguna untuk menentukan saat yang tepat dalam
melaksanakan aktivitas kehidupannya, baik untuk bercocok tanam, perdagangan,
dan sebagainya. Untuk mempermudah memahami pengetahuan tentang perputaran waktu
dan musim,, mereka membagi dan mempersingkat waktu ke dalam jam, menit, dan
detik. ~embagian waktu terus dikembangkan ke dalam bentuk yang lebih khusus
melalui sistem penanggalan atau sistem kalender, yaitu 24 jam menjadi 1 hari,
30 hari menjadi 1 bulan, dan 12 bulan menjadi 1 tahun.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan pada Bab II dapat disimpulkan hal-hal berikut :
3.1.1. Lembah sungai tigris
ialah sungai yang mengapit suatu tempat yang bernama Mesopotamia atau Tanah
yang subur. Mesopotamia dikatakan subur karena memiliki aliran air yang baik,
karena dua lembah sungai tadi, yaitu tigris dan eufrat. Perkembangan teknologi
pada peradaban ini berkembangdengan baik terutama dalam bidang arsitektur dan
ekonomi.
3.1.2. Peradaban di Lembah Sungai Tigris banyak mempengaruhi berbagai aspek
kehidupan di Irak, diantaranya kebudayaan dan tradisi, kepercayaan, bahasa, arsitektur,ekonomi,
teknologi dan lain halnya.
3.2. Saran
Agar sejarah peradaban di Dunia tetap
lestari atau terjaga, kita harus terus menjaga agar sejarah ini tetap
dipelajari, diketahui, serta diingat oleh seluruh bangsa di dunia, bahwa peradaban Mesopotamia benar adanya dan
pernah terjadi dalam peradaban kehidupan manusia.
3.3. Manfaat
Setelah membaca makalah ini di harapkan
kita mampu menelaah juga memahami sejarah yang ada di lembah sungai tigris juga
dapat mengambil sisi positifnya dan dapat diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari.
Lampiran – Lampiran